“Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia terbentuk untuk tidak stabil dan merupakan bagian kejiwaan yang mandiri. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain.”
Lalu hujan turun dan tidak jadi pergi untuk membeli kepompong tidur. Kita memang bukan bagian dari waktu yang diulur. Menyulam, disulur.
Muncul wajah-wajah muram seperti anak TK yang tak bisa nonton serial jagoan karena disuruh tidur siang. Muram hanya membuat pikiran melayang-layang. Terbang lalu hilang.
Lalu aku ke tempat tidur lagi. Bertemu mama yang sedang mengunyah kemangi. Di kamar kini ada kami bedua, yang artinya aku tidak boleh muram dan mengetukkan gigi.
Kamu tau, kalau gasing itu tidak bisa lari sendiri? Harus dibantu untuk dipeluk oleh lilitan benang kasur, ditarik dan dijulur. Lalu gasing menari lagi. Penonton akan riuh karena gasing menari lagi, bukan karena aku yang meyakinkanmu untuk bisa berlari. Bukan.
“Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain.”
Kamu percaya dengan pelangi?
Saya tidak. Itu fatamorgana.