Taking picture at Dream Land, Bali.
“What kind of dream, huh?”
Bukan bermasuk SARA, tapi saya cukup membandingkan pantai yang dirawat oleh penduduk lokal (baca: orang Bali asli) dengan pendatang (baca: non-orang Bali).
Banyak resort yang masih melibatkan penduduk setempat dalam melestarikan semesta tempat mereka meleburkan diri. Saya menilai dari penduduk Nusa Dua yang masih berada di sekitaran resort dan Kuta yang dekat dengan desa adat.
Tiba-tiba saya teringat dengan film “Avatar”. Pendatang datang dengan tujuan mengeruk dan mengelola kapital dengan rakus.
Mungkin hasil nyatanya serupa dengan ini.
Tikus rakus.
Doc: Danu Mahardika